Ciater, Sabtu 3 Maret 2012
Tidak terasa sudah 3 bulan berlalu sejak aku melahirkan, tanggal 28 November 2011 lalu, kini anakku sudah 3 bulan. Alhamdulillah anakku anteng tidak begitu merepotkan. Cuma kadang2 kalo aku stres dia jadinya rewel. Alhamdulillah dd sehat dan aku pun sehat.
Seminggu setelah lahir kami beri nama “Cahaya Senja”, kata ayahnya dalam nama ada doa, semoga dia menjadi cahaya di usia senja orang tuanya, walaupun memang cahaya senja, sesuai dengan waktu kelahirannya di waktu senja, menjelang magrib. Sebagai bunda jelaslah aku bersyukur dia sehat dan ternyata aku bisa melewati masa cuti dengan baik.
Aku pun bersyukur dalam 3 bulan ini ASI kuberikan, walau pernah kecolongan dua kali, yaitu malam ke-3 setelah lahir orangtua menyarankan pakai susu formula karena tiba2 ASI-ku tidak keluar, padahal mungkin akunya stress. Kan sebelumnya beberapa menit sesudah melahirkan aku sudah bisa memberikan ASI. Yang kedua tanggal 23 Desember 2011 saat pemberian rapot, aku titipkan anakku ke calon pengasuhnya dengan ASI yang hanya 40 ml, jelaslah kurang. Ternyata itu karena kami tidak tau caranya memerah susu. Setelah itu suamiku tidak tinggal diam, dia tanya ke teman-temannya yang sudah berpenglaman yang punya bayi dan dia bekerja, Ternyata kalau mau memberi ASI ketika kerja, harus memerah 2 minggu sebelum cuti berakhir, dan selanjutnya terus-menerus diperah. Dan itu aku lakukan, alhamdulilah walau tidak melimpah tapi cukup.
Kini sudah 1 bulan aku meninggalkan dd dan aku bekali ASI. Alhamdulillah cukup. Bukan tanpa perjuangan memang, aku berusaha mencari-cari tips bagaimana supaya ASI lancar. Kata orang harus rajin makan sayur katuk, aku lakukan, tapi “masa sih katuk aja?” aku pun cari infomasi lagi ternyata banyak sayuran hijau yang baik untuk menambah ASI, seperti bayam, kangkung, daun singkong, oyong, daun papaya dan mungkin masih banyak lagi. Alhamdulillah.
3 bulan lagi masa ASI eksklusif, mudah-mudah aku bisa mencukupi kebutuhannya. Dan aku mau syukuran kalau sudah 6 bulan bisa memberi ASI secara eksklusif.

